Sebuah Monolog Kesalan

Allah, Apakah Ummah Ini Punya Secebis Harapan ?

 

"Sejauh mana kita meletakkan harapan bahawa Islam akan bangkit suatu hari nanti?" kata saudara Muhammad Hussein Lee.

Tiap sinaran pagi yang menerpa bilik , menerangi dunia ,
Tiap solat subuh yang ditunaikan,
Tiap hirupan kopi bagi mengalas perut sebagai sarapan pagi ,
Tiap langkah menuju ke kelas ,

Sering kali ku terhenti seketika ,
Terhenti langkahku dan berfikir sejenak ,

Merenung dunia ini ,
Dunia yang kian suram ,
Dunia yang kian tenggelam ,
Tenggelam dalam arus maksiat ,

Sering kali ku terhenti seketika ,
Terhenti langkahku dan berfikir sejenak ,

Merenungi Ummah ini ,
Ummah yang kian tenat ,
Ummah yang terus sakit ,
Walaupun ada yang cuba merawat ,

Sering ku tanyakan persoalan dalam diriku ,

Ya Allah…
Diriku terasa berdosa ,
Diriku terasa hina ,
Apakah diriku penyebabnya ?
Apakah diriku sengaja “Membutakan” mata ini ,
Daripada menyedari akan keadaan Ummah ini ?

 Rabithah – Ku Ingin Berubah 

rabithah

 

Allah , entah sampai bila?

Ku diulit resah gelisah,
Diriku seakan rebah,
Bagai tiada arah,

Allah, aku mengakui,
Aku hamba hina,
Penuh dengan dosa noda ,
namun sampai bila ?
Allah, aku ingin berubah,
Namun amat payah,
Kurniakanlah hidayah,
Allah engkau tahu,
Betapa seksanya,
Tikaku berdosa,
Di ulit resah gelisah .

Oh,aku pernah cuba
Namun tak berjaya,
Ku masih ulangi,
Dosa-dosaku lagi.

Allah, entah sampai bila?
Ku rebah, bangkit, rebah, bangkit ,
Ku ingin bangkit selamanya !
Tiada lagi rebah!
Allah engkau tahu,
Di sudut hatiku,
Ku cintai dirimu,
Hatiku rindu padamu..

Aku tidak tenang,
Selagi ku tak berlinang,
Air mata keinsafan…

 

 

Hanya Gerhana ,
Sinar Mentari akan kembali Menyinari Bumi ,
Biiznillah ,

Muhammad Hussein Lee Bin Adi Johan Lee ,

USM KLE International Medical Programme, Belgaum ,

Pelajar Perubatan Tahun 2  ,

Exco Pengkaderan ISMA India 2015